Memuat halaman...
Toggle navigation menu
Kementerian Pekerjaan Umum
Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah
Beranda
Profil
Profil
Sejarah
Struktur Organisasi
Tugas BPIW
Profil Pejabat
FAQ
Produk
Produk
Rencana Strategis
Rencana Pengembangan Infrastruktur Wilayah
Rencana Kerja
Laporan Kinerja
Galeri
Galeri
Foto
Video
Publikasi
Publikasi
Berita
Infografis
Artikel
Buletin
Informasi Publik
Informasi Publik
Informasi Berkala
Informasi Tersedia Setiap Saat
Layanan Publik BPIW
Struktur Organisasi PPID
Layanan Data & Informasi
Layanan Konsultasi
Layanan Pengaduan
Layanan Puswilnas
Beranda
/
Publikasi
/
Berita
/
Mitigasi Musim Kemarau
Berita
1 Berita
Hastag:
#Mitigasi Musim Kemarau
13 April 2026
250
Kepala BPIW Hadiri Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi Dampak Musim Kemarau 2026
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Bob Arthur Lombogia, menghadiri Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan Dampak Musim Kemarau Panjang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada Senin, 13 April 2026. Rapat ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan koordinasi dan sinergi lintas kementerian/lembaga guna mengantisipasi serta meminimalkan dampak musim kemarau panjang, khususnya terhadap ketahanan air dan produksi pangan nasional. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan terkait prediksi musim kemarau tahun 2026, strategi modifikasi cuaca, serta manajemen risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif antar peserta. Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, dalam paparannya menyampaikan potensi dampak musim kemarau panjang yang diperkuat oleh fenomena El Nino, serta menekankan pentingnya rapat koordinasi ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan mitigasi yang terintegrasi. Dalam sesi diskusi, Kepala BPIW menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau panjang. “Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi musim kemarau panjang. Sinkronisasi antara pengelolaan sumber daya air, pengelola waduk dan bendungan, serta sektor pertanian khususnya dalam penentuan waktu tanam di sentra produksi padi perlu dilakukan secara terencana agar kebutuhan air untuk produksi pangan dapat terpenuhi secara optimal,”ujar Bob. Selain itu, Kepala BPIW juga menyoroti perlunya peningkatan koordinasi dengan para pengelola waduk dan bendungan, termasuk Perum Jasa Tirta I dan II, guna memastikan pengaturan distribusi air dapat mendukung kebutuhan produksi pangan secara optimal. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait, baik dari kementerian/lembaga maupun unit teknis di daerah, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Sungai (BBWS dan BWS). Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat langkah kolaboratif dalam menghadapi musim kemarau panjang tahun 2026, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan dan ketahanan pangan nasional tetap terjaga. (Fir/Tiara)
Baca Selengkapnya
1